(Ilustrasi pengaruh Gadget terhadap kondisi anak/google.com) |
Gadget adalah perangkat elektronik kecil yang
memiliki fungsi khusus. Dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan
menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. Gadget
tentu dapat memudahkan hidup kita, tetapi apabila kita tidak bisa
mengendalikannya gadget akan memberikan dampak negatif.
Dalam sebuah laporan klinis terbaru, para doker
mengimbau untuk tidak memberikan balita peralatan atau permainan digital,
karena hal itu akan menghambat tumbuh kembangnya. Mainan atau alat elektronik
tersebut sama buruknya dengan mendudukkan anak di depan TV.
Anak usia 1
-3 tahun sebaiknya tidak diperkenalkan untuk menggunakan gadget, karena pada
usia tersebut anak belum mengetahui manfaat dari penggunaan gadget, biasanya ia
hanya melihat tampilan video. Tampilan video dalam gadget akan membuat anak
sekedar mengikuti pergerakan audiovisual. Hal ini dapat membuat anak lebih
malas berfikir, karena lemahnya otot kognitif.
Penggunaan gadget yang terlalu sering akan membuat
anak menjadi kecanduan terhadap gadget. Adapun ciri anak yang kecanduan gadget,
yaitu:
1. Keasyikan bermain gadget
2. Perilaku yang tidak nyaman ketika tidak
bermain gadget
3. Terus meningkatkan waktu bermain gadget
4. Gagal untuk mengurangi atau berhenti
bermain gadget
5. Kehilangan ketertarikan dengan dunia
luar
6. Tetap mengggunakann gadget meskipun
mengetahui dampak negatif yang akan diperoleh
7. Pakai gadget untuk mengalihkan perasaan
Dengan adanya anak yang kecanduan gadget tentu ada
faktor penyebab yang melatarbelakanginya diantaranya yaitu:
a. Pengasuhan yang kurang baik
Biasanya orang tua tidak mau ribet dalam
mengasuh anaknya, ketika anaknya menangis ia memberikan gadget agar anaknya
diam.
b. Faktor neurosains
Seorang peneliti dari UCLA menyatakan
bahewa tablet, smartphone dan video game tidak jauh berbeda dengan narkoba
dalam mempengaruhi otak manusia. Ia bahkan menyebut sebagai kokain elektronik
karena efeknya yang dapat membuat kecanduan. Pada dasarnya otak manusia
menyukai kebaruan. Bentuk kebaruan dalam gadget seperti misalnya status teman
di media sosial, bermain game sampai dengan level tertinggi, menonton video dan
lain sebagainya. Semakin banyak yang dikonsumsi semakin anak ingin menambahnya
lagi.
Kendali
diri yang rendah juga merupakan faktor neurosains, mereka tidak berfikir dampak
negatif yang akan terjadi akibat mengunakan gadget secara berlebihan, yang
mereka pikirkan yang penting sekarang menyenangkan.
c. Desain teknologi yang menarik
Persaingan pasar yang kian ketat membuat
para pengusaha berpikir untuk menciptakan teknologinya yang menarik sehingga
banyak konsumen yang berminat.
d. Faktor lingkungan
Anak biasanya meniru apa yang mereka
lihat. Jika di lingkungan keluarga ataupun teman-temannya menggunakan gadget,
tentu ia akan meniru menggunakan gadget.
Damapak negatif yang akan dihasilkan dari penggunaan
gadget yang berlebihan adalah sebagai berikut:
a. Kondisi emosional terganggu
Anak meluapkan emosinya dengan
meledak-ledak karena belum bisa menggunakan kata –kata untuk mengungkapkan
keinginan dan rasa frustasinya akan suatu hal. Ledakan tersebut bisa dipicu
karena keinginan anak untuk tetap bermain gadget.
b. Kurangnya bersosialisasi
Anak seharusnya aktif bergerak, bermain
dengan teman sebayanya. Tetapi anak yang sudah kecanduan gadget, ia lebih senang
untuk sendiri bermain dengan gadgetnyadibnading bermain dengan dunia luarnya.
c. Gangguan kesehatan
Cahaya smartphone yang tajam dan terlalu
banyak duduk dalam menggunakannya memilikii efek terhadap kesehatan seperti
obesitas, terpapar radiasi, mata perih dan lain sebagainya.
Walaupun kini sudah banyak permainan yang melatih
kemampuan problem solving anak,
tetapi untuk anak balita sebaiknya tidak diperkenankan karena bisa menjadi
langkah awal anak dalam menyukai gadget. Melalui pelatihan orang tua pun masih
bisa dilakukan baik melalui komunikasi maupun perbuatan. Untuk menghindari
dampak- dampak negatif dalam menggunakan gadget bijaklah dalam menggunkannya.
Gunakannya seperlunya bukan semaunya dan bangun sosialisasi dengan dunia nyata.
Posting Komentar